Tag: Sejarah Dunia
Film Ford V Ferarri, Ringkasan Lengkap
Persaingan Ford dan Ferarri di aspal https://starlightbeachresort.com Le Mans tahun 1966 lagi dihidupkan di film Ford v Ferrari yang rilis 15 November lalu. Film besutan James Mangold itu menggaet dua aktor papan atas Matt Damon (Carroll Shelby) dan Christian Bale (Ken Miles) sebagai pemeran utama.
Tak hanya itu, sebagai film yang diambil alih berasal dari kisah nyata, ada sebagian pemeran yang “mewakili” tokoh besar di dunia otomotif layaknya Enzo Ferrari yang diperankan oleh Remo Girone serta Henry Ford II yang diperankan oleh Tracy Letts.
Kisah yang di sediakan film ini berawal berasal dari perusahaan produsen mobil asal Amerika yakni Ford Motor Company yang inginkan mengakuisisi divisi balap produsen mobil asal Italia, Scuderia Ferarri. Akuisisi itu diyakini dapat menolong Ford untuk masuk ke arena balap paling bergengsi di dunia pas itu, Le Mans 24 Hours.
Hal itu dilakukan untuk mendongkrak penjualan mobil Ford yang sedang menurun. Namun, penawaran kerja sama untuk akuisisi oleh Ford di tolak mentah-mentah oleh bos besar Ferrari, Enzo Ferrari. Tak hanya itu, Enzo mengatakan di depan perwakilan Ford Motor Company bahwa pabrik mereka hanyalah pabrik mobil tidak baik dan menghina bosnya.
Henry Ford II selaku bos besar Ford Motor Company kemudian mendengarkan laporan berasal dari bawahannya mengenai hinaan yang bertujuan terhadap perusahaan dan dirinya. Merasa harga dirinya diinjak, Henry Ford II memerintahkan untuk mendirikan divisi balap sendiri dan punya misi untuk mengalahkan Ferrari di Le Mans. Misi itu diawali bersama mengakibatkan mobil balap yang lebih cepat berasal dari Ferrari. Mulailah mereka mencari desainer, teknisi, dan pembalap yang dapat mewakili Ford untuk menundukkan Ferrari di Le Mans.
Desainer mobil populer di Amerika, Carroll Shelby, yang juga seorang mantan pembalap Le Mans direkrut tim Ford untuk menanggulangi projek pembuatan mobil yang dapat mengalahkan Ferarri. Kemudian, Shelby mengajak sahabatnya Ken Miles, seorang pembalap urakan nan bengal sebagai tidak benar satu orang yang dapat mengemudikan mobilnya.
Baca Juga: Jejak Langkah 2 Ulama: Dulu Bersatu https://rlcregina.com/ Mendongkel Belanda, Sekarang Oligarki dan Korporasi.
Miles adalah seorang veteran perang Inggris yang juga seorang teknisi mobil. Ia juga yang dapat menolong Shelby untuk mengakibatkan mobil balap untuk Ford. Setelah itu, dimulailah sebuah kisah di balik histori besar kompetisi Ford dan Ferrari.
Meskipun judul dan sinopsis film menggambarkan mengisi film yang tidak jauh berasal dari kebut-kebutan pada Ferrari dan Ford, dapat tapi fokus film tidak lah mengarah kesana. Film bersama bujet senilai 97,6 juta Dollar Amerika ini berfokus terhadap pertalian dan sudut pandang berasal dari dua tokoh utama, yakni Carroll Shelby dan Ken Miles. Tak hanya itu, kronologis cerita dibangun bersama benar-benar rapi yang perlihatkan bagaimana situasi perusahaan Ford Motor Company dan Ferrari hingga latar belakang Miles dan Shelby.
James Mangold yang duduk di kursi sutradara mengarahkan kronologis cerita yang sedikit lamban di awal cerita, tapi selamanya mampu mengakibatkan pemirsa duduk rapi dan fokus terhadap film. Adegan balapan bersama latar pas 1966 pun dibikin sedemikian realistis dan apik. Mangold memadai mampu mengarahkan aktor-aktor besar layaknya Christian Bale dan Matt Damon dalam satu frame bersama pertalian serta chemistry yang benar-benar cocok.
Keunggulan lain dalam film ini adalah Mangold mampu menyulap balapan yang dilakukan sepanjang 24 jam secara terus menerus jadi seru untuk ditonton. Banyak adegan salip-menyalip krusial yang jarang ditemui dalam balapan aslinya. Semua itu memadai mengakibatkan Mangold dipandang sebagai sutradara yang sesungguhnya punya kapasitas serta mutu baik terlepas berasal dari kesuksesannya dalam menggarap film Logan, The Wolverine, Identity, dan 3:10 to Yuma.
Jika dicermati secara umum dan menyeluruh, berlebihan yang paling kentara di film Ford v Ferrari adalah konfliknya yang jarang diulas oleh umumnya film. Mangold tidak hanya menyajikan mobil Ferrari dan Ford ataupun mobil-mobil balap lain saling adu cepat di arena, tapi lebih berasal dari itu layaknya bagaimana gambaran usaha dalam bidang otomotif serta seluk beluk dan konflik ciri khas film drama lainnya. Bisa dibilang “dapur rahasia” semua hal di bidang otomotif diulas disini.
Baca Juga: Belajar Jurnalisme Investigasi berasal dari Spotlight
Hal lain yang menarik dalam film ini pasti saja tampilan gemilang berasal dari Christian Bale sebagai Ken Miles. Tidak mudah untuk memerankan tidak benar satu tokoh besar di kehidupan nyata. Banyak film biopik yang gagal hanya dikarenakan pemeran utama yang tidak mampu mempunyai “jiwa” berasal dari tokoh populer yang diperankannya.
Akan tetap,i hal itu tidak serupa jikalau ditangani oleh Bale. Di tiap-tiap film yang ia perankan, Bale selamanya mengupayakan tampil keseluruhan untuk tiap peran yang ia lakoni. Tak jikalau perannya sebagai pembalap legendaris asal Inggris, Ken Miles di film ini. Miles seakan dihidupkan lagi melalui Bale bersama cii-ciri bengal, urakan, serta tengil.
Miles juga diperlihatkan sebagai orang yang idealis, di sediakan tanpa basa basi di dalam film. Bahkan langkah bicaranya bersama aksen inggris yang kental dilakukan bersama benar-benar baik.
Lawan main Christian Bale, Matt Damon sebagai Carroll Shelby juga mampu menekuni perannya bersama benar-benar baik. Hal ini muncul berasal dari chemistry yang dibangun oleh mereka. Peran yang dilakoni sebagai sahabat yang saling percaya, kadang-kadang bertengkar serta tak jarang kompak, mampu mengakibatkan pemirsa tersipu dan senyum-senyum sendiri di kursi empuk bioskop.
Pada dasarnya, semenjak trailer film ini mengudara di beragam platform digital, benar-benar sadar film ini lebih fokus terhadap jalur cerita ketimbang aksi balapan yang megah. Walaupun, menurut saya adegan balapan di film ini muncul lebih esensial ketimbang film aksi balapan fiksi yang acapkali diselingi ledakan dan tembakan. Jadi, untuk Anda yang mengharapkan film balapan seru bersama plot cerita ringan, film ini bukanlah pilihan utamanya.
Film ini benar-benar minim kekurangan. Semua yang jadi bagian dalam film sudah berpenampilan maksimal. Hanya saja, ada sebagian bagian yang hiperbolis dan tidak realistis. Bahkan, sebagian pakar mobil juga berpendapat bahwa ada komponen lain yang lebih realistis untuk dibahas dalam film.
Lebih berasal dari itu, Ford v Ferrari adalah tidak benar satu film paling menarik dan menghibur di tahun 2019. Jika Anda bukan orang yang sadar mengenai dunia balap mobil, tidak ada salahnya untuk datang ke bioskop, dikarenakan yang bukan pengagum mobil balap pun dapat jatuh hati bersama film ini.